InspirasiTips & Trik

3 Obrolan Malam Pertama Pernikahan Agar Tetap Romantis Selamanya

Bagi dua sejoli yang hatinya telah lama bertaut, tentu pernikahan adalah tujuan yang sangat dinantikan. Pernikahan dianggap sebagai lambang telah matangnya suatu hubungan asmara antara pria dan wanita, tanda keseriusan untuk melanggengkan perjalanan cinta hingga maut memisahkan.

Terdengar romantis sekali bukan?

Tentu yang paling romantis adalah salah satu babak penting yang mengawali kehidupan pasangan sebagai suami isteri, yaitu malam pertama pernikahan.

Mempersiapkan Diri Untuk Malam Spesial

Malam pertama bagi pasangan yang baru saja menikah, tentu sangatlah berkesan. Pada malam itu pasangan yang selama ini berstatus pacaran atau berkencan kini telah memasuki tahapan baru dalam hidup mereka sebagai pribadi maupun sebagai pasangan.

malam pertama pernikahan
source via steemitimages.com

Mulai dari malam itu maka masing-masing akan selalu bersama, idealnya adalah sampai akhir hidup mereka. Hal ini tentu menimbulkan kesukacitaan, kesenangan karena kini telah ada teman hidup tempat berbagi banyak hal, suka maupun duka.

Namun bagaimanapun hal ini merupakan suatu perubahan yang cukup drastis bagi kehidupan seseorang. Karena mulai dari malam pertama pasti sudah cukup banyak yang terjadi, sehingga seseorang harus melakukan berbagai penyesuaian. Penyesuaian baik secara fisik seperti pindah tempat tinggal, hingga persiapan mental menghadapi hal-hal yang belum pernah dialami bahkan diketahui sebelumnya.

Misalnya saat menempati kamar tidur, apabila tadinya kamar adalah milik sendiri dan terbisa diperlakukan sesuka hati, kini tak bisa lagi demikian. Mungkin cukup banyak kebiasaan atau ritual yang musti dikurangi demi menjaga perasaan pasangan.

Pasangan yang sebelumnya hanya bertemu beberapa jam sehari atau bahkan beberapa kali seminggu, tiba-tiba mulai di malam pertama pernikahan membawa seluruh barangnya untuk diletakan di kamar yang sama. Penyesuaian tentu tak terelakan dan kita harus lebih banyak bertoleransi baik atas kehadirannya maupun atas kebiasaan-kebiasaan pasangan yang baru saja kita ketahui.

Bagi pasangan yang menghabiskan malam pertamanya di rumah orang tua, maka mulai malam itu juga kehadiran keluarga pasangan menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Apa yang sebelumnya kita ketahui sedikit atau sebagian saja tentang keluarga pasangan, tiba-tiba semua ada di depan mata.

Hal ini membutuhkan kesiapan dari masing-masing pihak untuk mau menerima bahwa mulai dari malam itu kebebasannya akan berkurang drastis. Masing-masing harus menyesuaikan diri mulai dari keberadaan pasangan dan berbagai kebiasaannya, hingga keberadaan keluarga pasangan.

Tujuannya tentu saja agar baik suami maupun isteri bisa merasa diterima dan dihargai, sehingga penyesuaian dalam kehidupan perkawinan bisa berjalan mulus.

Saling Menyesuaikan Ekspektasi Dan Harapan

Begitu selesai pesta pernikahan dan para tamu pulang, maka pasangan pengantin baru dapat merasakan, bahwa sejatinya mereka hanyalah berdua dalam pernikahan. Rasa khawatir mungkin saja menghinggapi benak masing-masing, dengan hadirnya berbagai pertanyaan.

ekspetasi malam pertama
source via kumparan.com

Apakah saya telah melakukan langkah yang tepat dengan menempuh jalan pernikahan ini? Bisakah kami bertahan bertahun-tahun ke depan sebagai suami isteri?

Sejak dari malam pertama maka tentu sudah akan  terbayang bahwa pasangan akan saling berbagi banyak hal dalam keseharian, baik suka maupun duka. Harapan masing-masing tentang bagaimana mereka sebagai suami isteri akan mengarungi pernikahan mungkin saja tidak persis sama. Sebab pastinya setiap orang memiliki ekspektasi tertentu saat memasuki babak pernikahan.

Dalam suasana romantis malam pertama, tentu pembahasan ringan tentang ekspektasi masing-masing bisa dibuka dan mulai dibicarakan.

Obrolan kecil di malam pertama sebagai suami isteri untuk menyamakan pandangan dan harapan bisa dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian. Khususnya membahas harapan akan peran keseharian masing-masing pihak dalam menjalani rumah tangga.

Walaupun hanya membahas tentang pembagian tugas sederhana sehari-hari tentang menjaga kebersihan rumah atau bagaimana berhubungan dengan keluarga besar atau tetangga, membahas dari awal tentu lebih baik agar tak terjadi kesalahpahaman.

Obrolan Malam Pertama Pernikahan Antar Suami Istri

Pernikahan berarti bersatunya dua individu yang berbeda dalam satu atap. Menyatukan dua karakter yang berbeda tentu ada saja tantangannya, dan oleh sebab itu pasangan pengantin baru sebaiknya sudah bersiap-siap menghadapi berbagai perbedaan itu.

Mungkin beberapa kesepakatan yang sifatnya lebih serius sudah pernah dibahas sebelum merencanakan pernikahan.

Namun kesepakatan-kesepakatan kecil yang sifatnya lebih ringan juga bisa diangkat dan dibicarakan pada malam pertama pernikahan, terutama yang berguna untuk menjaga keromantisan antar suami isteri.

1.  Membuat Rencana-rencana romantis berdua

rencana malam pertama
source via aetnd.com

Bila sudah menikah, sering kali pasangan suami isteri melupakan pentingnya mengagendakan kegiatan-kegiatan berdua seperti pada masa berpacaran.

Padahal kegiatan-kegiatan seperti itu tetap dibutuhkan oleh pasangan karena akan mendekatkan bukan saja secara fisik namun juga secara emosi. Itu sebabnya merencanakan date night untuk dilakukan secara rutin sangat penting agar keromantisan antar suami isteri terus terjaga.

Jika dulu masa berpacaran sering menggunakan kata-kata baper dan racikan rayuan gombal, maka tidak ada salahnya Anda gunakan kembali saat sedang berduaan.

2.  Hal-hal yang tak boleh dibicarakan di kamar tidur

kamar tidur romantis
source via rumahminimalisoi.com

Kamar tidur adalah tempat untuk melepas kepenatan setelah seharian penuh menjalankan rutinitas yang melelahkan. Untuk pasangan yang telah menikah, kamar tidur juga merupakan tempat mereka saling melepas rindu setelah seharian berpisah melakukan aktivitas masing-masing.

Oleh karena itu tidak ada salahnya bila pasangan bersepakat untuk menghindari membicarakan hal-hal yang sensitif atau bisa memicu pertengkaran di dalam kamar tidur. Karena konon kata orang tua dulu juga pernah dibahas bahwa jika ada masalah apapun jangan pernah diselesaikan di kamar tidur.

Tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya omongan orang tua dulu.

Kamar tidur adalah tempat beristirahat, sehingga timbul rasa hawa malas. Sehingga kita tidak mungkin berpikir secara maksimal atau rasional dalam menyelesaikan sebuah masalah ketika berada di kamar tidur. Masuk akal kan? Bagaimana menurut pendapat kamu?

3.  Saat menghadapi pertengkaran-pertengkaran kecil

pertengkaran suami istri
source via img.antaranews.com

Dalam rumah tangga tentu pertengkaran tak bisa dihindarkan. Pada malam pertama pernikahan, suami dan isteri bisa mulai membicarakan kira-kira bagaimana mereka akan menghadapi pertengkaran kecil bila suatu saat terjadi.

Misalnya saja, disepakati untuk membicarakannya secara tuntas hanya berdua saja, tidak membahas konflik melalui aplikasi chatting, dan lain sebagainya.

Dengan demikian diharapkan ketika pertengkaran itu terjadi, pasangan sudah mempunyai cara mengatasi yang paling sesuai bagi mereka berdua, bukan hanya melalui trial and error.

Tips Menjaga Keromantisan Malam Pertama Pernikahan

Agar malam pertama berjalan romantis, tentu selain ada hal-hal yang harus dibicarakan, ada pula hal-hal yang tak perlu dibahas.

Salah satu yang bisa membuat rusaknya mood romantis di malam pertama adalah misalnya pembicaraan tentang pekerjaan, tema-tema politik atau pembicaraan tentang uang sebaiknya tidak dibicarakan dulu di malam pertama.

Sebab apabila membawa topik tentang hal-hal tersebut di atas maka yang terbangun adalah suasana yang serius dan dengan sendirinya merusak suasana romantis yang seharusnya hadir di malam pertama.

Belum lagi bila Anda dan pasangan ada ketidaksepahaman mengenai suatu topik berat yang akhirnya malah menjadi perdebatan, tentu malam itu menjadi tidak enak suasananya.

Kehadiran smartphone, laptop dan gadget di malam pertama juga sebaiknya dihindari, karena akhirnya justru akan menyita banyak perhatian Anda. Tentu pasangan tak akan suka bila Anda malah asyik sendiri dengan perangkat elektronik baik untuk menyelesaikan tugas rutin maupun pekerjaan Anda.

Malam pertama adalah malam yang spesial, oleh karena itu pasangan Anda berhak mendapatkan perhatian penuh pada malam hari itu. Jangan sampai hanya karena menyelesaikan pekerjaan rutin Anda malah mendapat teguran dari pasangan.

Sebab bagaimanapun juga, pekerjaan dan tugas-tugas bisa menunggu sampai paling tidak keesokan harinya. Sementara malam pertama pernikahan hanya akan terjadi satu kali dalam hidup Anda, dan oleh karenanya harus menjadi malam yang istimewa dan berkesan bagi Anda dan pasangan Anda.

Show More

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close