Properti

Ini Dia Perhitungan Lengkap Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia agar mengurus sertifikat tanahnya secara resmi. Pembuatan sertifikat tanah pun diharuskan langsung dilakukan di Badan Pertanahan Nasional agar seluruh masyarakat dapat mengetahui dengan jelas seperti apa perhitungan biaya pembuatannya.

Seluruh besaran biaya pembuatan sertifikat tanah sebenarnya sudah tertera jelas diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 128 tahun 2015, mengenai peraturan Penerimaan Negara bukan pajak yang diberlakukan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Dengan begitu, Anda pun harus berhati-hati dengan berbagai kasus penipuan dalam hal pengurusan sertifikat tanah yang kini kian marak terjadi.

Menghindari para penipu jasa pengurusan sertifikat tanah, Anda pun harus paham terlebih dahulu tentang perhitungan lengkap biaya pembuatan sertifikat tanah. Yuk, langsung saja simak penjelasan mediapenulis.com di bawah ini!

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB dan Girik

1. Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB

Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB

AJB atau Akta jual beli adalah pembuatan sertifikat tanah melalui PPAT atau Notaris, biasanya dengan proses pengurusan peralihan sertifikat dari pemilik lama ke pemilik baru. Proses ini sama hal nya dengan pembuatan SHM (sertifikat hak milik) yakni dilakukan langsung ke Badan Pertanahan Nasional sesuai dengan domisili.

  • Perhitungan AJB ke SHM

Setiap biaya berbeda-beda tergantung domisili, untuk itu sebelum membuat perhitungan Anda harus mengecek biayanya sesuai domisili Anda pada situs BPN. Sebagai contoh, berikut perhitungan tanah seluas 1000 m2 di daerah DKI Jakarta:

– Biaya Pengukuran: IDR 340.000

– Biaya Pendaftaran: IDR 50.000

– Biaya Kepanitiaan: IDR 390.000

– Total: IDR 780.000

2. Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik

Girik sebenarnya sedikit berbeda dengan sertifikat, melainkan proses ini merupakan pembuatan tanda kepemilikan tanah berdasarkan hukum adat. Banyaknya tanah yang berstatus sesuai hukum adat di Indonesia menjadikan seseorang tetap harus meresmikannya sesuai prosedur peraturan pemerintah yaitu Sertifikat Hak Milik.

  • Perhitungan Girik ke SHM

Sama halnya dengan akta jual beli, pembuatan sertifikat tanah dari girik juga memiliki perhitungan biaya sesuai dengan domisili, untuk rinciannya Anda juga bisa mengeceknya langsung pada situs resmi BPN. Berikut simulasinya jika tanah girik seluas 100 m2 di daerah DKI Jakarta:

– Biaya pendaftaran: IDR 50.000

– Biaya Kepanitiaan: IDR 354.000

– Biaya Pengukuran: IDR 124.000

– Total: IDR 528.000

Simulasi Perhitungan Biaya Sertifikat Tanah

Perhitungan Biaya Sertifikat Tanah

Membeli sebidang tanah tentu sangat mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu melakukan negosiasi harga dan melakukan pembayaran, namun, ada satu hal paling penting yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu membuat sertifikat tanah.

Membuat sertifikat tanah sebenarnya sah-sah saja jika dilakukan dengan menggunakan jasa kepengurusan sertifikat tanah, terutama jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk melakukannya. Saat Anda memutuskan untuk meminta bantuan kepada seseorang atau penyedia jasa, ada baiknya Anda harus paham terlebih dahulu tentang perhitungan biaya sertifakat tanah secara benar.

Hal itu sangat diperlukan agar menghindarkan Anda dari segala bentuk penipuan berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab. Berikut simulasi perhitungan biayanya:

  • Biaya Pengukuran (Pasal 4 Ayat 1)

– Luas tanah di atas 1000 hektar: Tu=(L/10.000×HSBKu )+IDR 134.000.000

– Luas tanah di atas 10 hektar sampai  1000 hektar: Tu=(L/4.000×HSBKu )+IDR 14.000.000

– Luas tanah sampai dengan 10 hektar: Tu=(L/500×HSBKu )+IDR 100.000

Note: L=Luas tanah, Tu=tarif ukur, HSBku=harga satuan biaya khusus pengukuran, HSBKpb=harga satuan biaya khusus panitia penilai B, HSBKpa=harga satuan biaya khusus panitia penilai A

  • Biaya Pemeriksaan Tanah (Pasal 7 Ayat 1)

– Biaya sertifikasi tanah (sesuai domisili)

– Biaya pendaftaran IDR 50.000

– Biaya TKA

– Biaya konsumsi, transportasi, dan akomodasi

– Biaya pelayanan pendaftaran tanah

– Biaya pelayanan pemeriksaan tanah (Tpa: L/500xHSBKpa)+IDR 350.000

  • Contoh Biaya Pengukuran dan Pendaftaran Tanah

– Biaya pendaftaran tanah: IDR 50.000

– Biaya Pengukuran: Tu=(300/ 500x IDR 80.000)+ IDR 100.000 = IDR 148.000

– Biaya Pemeriksaan: Tpa=(300/ 500x IDR 67.000)+ IDR 350.000 = IDR 390.000

Total Biaya: IDR 588.000

Note: Biaya harus dibayarkan langsung ke kantor BPN (sesuai dengan domisili)

Ket: -HSBKu  = IDR 80.000, HSBKpa = IDR 67.000

Syarat Pembuatan Sertifikat Tanah

Syarat Pembuatan Sertifikat Tanah

Pembuatan serifikat tanah akan selesai dalam waktu 3 bulan, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan berikut persyaratan yang harus dipenuhi :

  1. Surat permohonan yang sudah ditandatangi oleh pemohon atau kuasa di atas materai
  2. Surat kuasa (apabila dikuasakan/ diwakilkan)
  3. Surat permohonan yang berisi identitas diri, pernyataan tanah tidak sengketa, pernyataan tanah telah dikuasai, luas letak dan penggunaan tanah.
  4. Fotocopy identitas diri (KTP/ KK)
  5. Bukti kepemilikan tanah
  6. Bukti SSP/PPh sesuai ketentuan
  7. Penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan fotocopy SPPT PBB yang telah dicocokan dengan aslinya
Show More

srirejeki

Writing can explain anything without having to say too much, its Cool !!

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close